Modul materi PAI&BP Kelas VII "Sejarah Perjuangan Nabi Muhammad saw. periode Mekkah dan Madinah"

Modul  : Materi 6 PAI&BP Kelas VII
BAB 5   : Selamat Datang Wahai Nabiku Kekasih Allah Swt.
(Sejarah perjuangan Nabi Muhammad saw. periode Mekkah dan Madinah)

A.   Kompetensi Dasar :

3.11  Memahami sejarah perjuangan Nabi Muhammad saw. periode Makkah

4.11  Menyajikan strategi perjuangan yang dilakukan Nabi Muhammad saw. periode Makkah

3.12  Memahami sejarah perjuangan Nabi Muhammad saw. periode Madinah

4.12  Menyajikan strategi perjuangan yang dilakukan Nabi Muhammad saw. periode Madinah

B.   Sumber dan Bahan Ajar : Buku siswa PAI&BP Kelas VII halaman 60-69, Buku siswa PAI&BP Kelas VII halaman 157-166

C.   Ringkasan :

1.    Kerinduan Sang Kekasih

   a. Kelahiran Nabi Muhammad

Nabi Muhammad saw. lahir hari Senin, 12 Rabiul Awwal atau bertepatan dengan 20 April 571 Masehi. Tahun kelahiran Nabi Muhammad saw. disebut Tahun Gajah. Ayahnya, Abdullah bin Abdul Muthalib wafat saat Nabi Muhammad saw. masih berusia 6 bulan di dalam kandungan ibunya, Siti Aminah. Saat bayi, Nabi Muhammad saw. diasuh oleh Halimah Sa‘diyah dari Bani Saad, Kabilah Hawazin. Di perkampungan bani Saad inilah Nabi diasuh dan dibesarkan sampai usia 5 tahun.

Saat Nabi Muhammad saw memasuki  usia 6 tahun, ibunya wafat. Ia pun diasuh oleh kakeknya, Abdul Muthalib. Kakeknya adalah seorang pemuka Quraisy yang sangat disegani. Nabi Muhammad saw. mendapatkan kasih sayang dan perhatian yang sangat besar dari sang kakek. Sayang, hanya dua tahun Nabi diasuh kakeknya. Abdul Muthalib meninggal saat Nabi Muhammad saw. berusia 8 tahun. Selanjutnya, Nabi Muhammad saw. diasuh oleh pamannya, Abu Thalib sampai menginjak remaja.

b.   Sifat-sifat Nabi Muhammad

    • Berpendirian teguh dan tidak mudah putus asa
    • Memiliki semangat kerja yang tinggi.
    • Memiliki kejujuran yang luar biasa.
    • Optimis, tabah dan percaya diri.

 

2.  Nabi Muhammad saw. Diangkat Menjadi Rasul

Nabi Muhammad saw. diangkat menjadi Rasul pada usia 40 tahun dengan menerima wahyu pertama Q.S. al-Alaq/96: 1-5 melalui perantara Malaikat Jibril di Gua Hira.

3.  Dakwah Nabi Muhammad saw. di Mekah

Di kota Makkah nabi berdakwah dengan dua cara, yaitu:

a.   Dakwah Sembunyi-sembunyi

Dakwah Nabi secara sembunyi-sembunyi dimulai setelah turun wahyu kedua, Q.S. al-Muddatsir/74: 1-7,masih sebatas keluarga dekat. Tempat yang beliau pilih untuk berdakwah adalah rumah Al-Arqam bin Abil Arqam Al Akhzμm.

b.   Dakwah Terang-terangan

Dakwah Nabi secara terang-terangan dimulai setelah turun wahyu Q.S.al-Hijr/15: 94-95.

c.   Tantangan Dakwah

Dalam berdakwah beliau mendapatkan berbagai rintangan, baik dari keluarga maupun kaum Quraisy dan pihak luar. Namun, semua dihadapi oleh Nabi dengan penuh kesabaran dan keikhlasan.

d.   Assaabiquunal Awwaluun

Assaabiquunal Awwaluun adalah orang-orang yang pertama kali memeluk Islam saat nabi berdakwah di Madinah. Mereka adalah Siti Khadijah, Abu Bakar, Ali bin Abi Thalib, Zaid bin Harisah, dan Ummu Aiman.

4.     Meneladani Perjuangan Nabi

·   Dalam bergaul harus bisa memilih teman yang dapat mengajak kepada hal-hal yang positif dan baik.

·   Dalam mengajak teman untuk berbuat baik tidak boleh dengan cara-cara kekerasan, tetapi perlu dengan keteladanan, sabar, lemah lembut dan kasih sayang.

5.     Dakwah Nabi Muhammad saw. di Madinah

    a. Hijrah ke Madinah

1)  Hijrah artinya pindah. Hijrah Rasul artinya perpindahan Rasulullah saw. beserta sahabatnya dari Mekah ke Madinah.

2)  Penyebab Nabi Muhammad Hijrah

      Karena atas perintah Allah Swt.,

      Karena serangan kafir Quraisy Mekah yang semakin meningkat,

      Karena ada harapan baru untuk mengembangkan Islam di Yastrib/Madinah.

b.   Perjalanan Hijrah ke Madinah

Pada abad ke-5 sejarah dakwah Rasulullah SAW. Di Mekah, bangsa Quraisy dengan segala upaya berusaha melumpuhkan gerakan Muhammad SAW. Hal ini dibuktikan dengan pemboikotan terhadap Bani Hasyiim dan Bani Muthalib (keluarga besar Muhammad SAW.). Beberapa pemboikotan tersebut antara lain :

1)    Memutuskan hubungan perkawinan.

2)    Memutuskan hubungan jual beli.

3)    Memutuskan hubungan ziarah-menziarahi.

4)    Tidak ada tolong menolong.

Pemboikotan itu tertulis di atas selembar sahitah atau plakat yang digantungkan di Kakbah dan tidak akan dicabut sebelum Muhammad SAW. Menghentikan gerakannya. Selama tiga tahun lamanya Bani Hasyim dan Bani Muthalib menderita kemiskinan akibat pemboikotan itu. Banyak pengikut Rasulullah yang menyingkir ke luar kota Mekah untuk mempertahankan hidup untuk menyelamatkan diriUjian bagi Rasulullah SAW. Juga bertambah berat dengan wafatnyadua orang yang sangat dicintainya, yaitu pamannya, Abu Thalib dalam usia 87 tahun dan istrinya, yaitu Khadijah. Peristiwa tersebut yang terjadi pada tahun ke-10 dari masa kenabian (620 M) dalam sejarah disebut Amul Huzni (tahun kesedihan atau tahun duka cita).

 

Faktor yang mendorong hijrahnya Nabi SAW

1. Ada tanda-tanda baik pada perkembangan Islam di Yatsrib.

2. Rencana pembunuhan Nabi saw oleh kaum Quraisy

 

Nabi Muhammad saw. sebelumnya memerintahkan para sahabat untuk hijrah terlebih dahulu. Adapun Nabi hijrah belakangan. Berikut kronologis singkat perjalanan hijrah Nabi:

      Nabi hijrah bersama Abu Bakar pada sekitar Bulan Juni tahun 622 M.

      Saat hijrah mereka dikuntit oleh Suraqah bin Malik

      Nabi sempat bersembunyi di gua tsur untuk menghindari kaum Quraisy  selama 3 hari 3 malam

      Rasulullah sempat singgah di Quba, dan membangun Masjid disana.

      Nabi bersama abu bakar pun tiba di Madinah pada tanggal 12 rabiul awal.

 

            c.  Dakwah Nabi Muhammad saw.di Madinah

Di Madinah Rasulullah terus melanjutkan dakwahnya. Sejatinya perjuangan Rasullulah saw. di Madinah dalam rangka menyiapkan dakwah yang lebih luas dengan membangun Negara disana.
Untuk menunjang Negara islam saat itu, beliau membuat program-progam penunjang, program tersebut antara lain:
      Membangun masjid yang sekarang dikenal dengan Masjid Nabawi
      Mempersaudarakan antara kaum Muhajirin dan kaum Anshar. Muhajirin adalah orang-orang Mekah yang hijrah, sedangkan Anshar adalah orang-orang Madinah yang menyambut kedatangan kaum Muhajirin.
      Membuat perjanjian dengan penduduk Madinah.
d.     Hikmah Sejarah Dakwah Rasulullah SAW. Periode Madinah :
  1. Dengan persaudaraan yang telah dilakukan oleh kaum Muhajirin dan kaum Anshar dapat memberikan rasa aman dan tentram.
  2. Persatuan dan saling menghormati antar agama
  3. Menumbuh-kembangkan tolong menolong antara yang kuat dan lemah, yang kaya dan miskin
  4. Memahami bahwa umat Islam harus berpegang menurut aturan Allah swt
  5. memahami dan menyadaribahwa kita wajib agar menjalin hubungan dengan Allah swt dan antara manusia dengan manusia
  6. Kita mendapatkan warisan yang sangat menentukan keselamatan kita baik di dunia maupun di akhirat.
  7. Menjadikan inspirasi dan motivasi dalam menyiarkan agama Islam
  8. Terciptanya hubungan yang kondusif
e.  Sikap dan perilaku yang mencerminkan dakwah Rasulullah SAW antara lain :
  1. mengimani dengan sebenar-benarnya bahwa Muhammad saw adalah rasul dan nabi penutup para nabi
  2. Mencintai Rasullulah saw
  3. mensosialisasikan sunnah Nabi saw
  4. Gemar dan senang membaca buku sejarah nabi-nabi
  5. Memelihara silaturahmi dengan sesama manusia
  6. Berkunjung ke tanah suci Mekkah atau Madinah untuk melihat/ menapak tilas perjuangan Nabi Muhammad saw
  7. Mempelajari dan memahami Al Quran dan hadis-hadisnya
  8. Senantiasa berjihad dijalan Allah
  9. Aktif/ikut serta dalam acara kepanitiaan untuk memperingati hari-hari besar Islam
  10. Merawat dan melestarikan tempat ibadah (masjid)
  11. Menekuni dan mempelajari warisan Nabi saw

SEJARAH PERJUANGAN NABI MUHAMMAD SAW. PERIODE MADINAH

Materi PAI&BP Kelas VII "Hijrah ke Madinah, sebuah kisah yang membanggakan"


DAKWAH RASULULLAH SAW PADA PERIODE MEDINAH

Pada abad ke-5 sejarah dakwah Rasulullah SAW. Di Mekah, bangsa Quraisy dengan segala upaya berusaha melumpuhkan gerakan Muhammad SAW. Hal ini dibuktikan dengan pemboikotan terhadap Bani Hasyiim dan Bani Muthalib (keluarga besar Muhammad SAW.). beberapa pemboikotan tersebut antara lain :

a. Memutuskan hubungan perkawinan.

b. Memutuskan hubungan jual beli.

c. Memutuskan hubungan ziarah-menziarahi.

d. Tidak ada tolong menolong.

Pemboikotan itu tertulis di atas selembar sahitah atau plakat yang digantungkan di Kakbah dan tidak akan dicabut sebelum Muhammad SAW. Menghentikan gerakannya. Selama tiga tahun lamanya Bani Hasyim dan Bani Muthalib menderita kemiskinan akibat pemboikotan itu. Banyak pengikut Rasulullah yang menyingkir ke luar kota Mekah untuk mempertahankan hidup untuk menyelamatkan diriUjian bagi Rasulullah SAW. Juga bertambah berat dengan wafatnyadua orang yang sangat dicintainya, yaitu pamannya, Abu Thalib dalam usia 87 tahun dan istrinya, yaitu Khadijah. Peristiwa tersebut yang terjadi pada tahun ke-10 dari masa kenabian (620 M) dalam sejarah disebut Amul Huzni (tahun kesedihan atau tahun duka cita).

 

Dengan meninggalnya dua tokoh tersebut orang Quraisy makin berani dan leluasa mengganggu dan menghalangi Rasulullah SAW. Mereka berani melempar kotoran ke punggung Nabi, bahkan Beliau hampir meninggal karena ada orang yang hendak mencekiknya. Nabi Muhammad SAW. Merasakan bahwa dakwah di Mekah tidak lagi sesuai sebagai pusat dakwah Islam. Oleh karena itu, Beliau bersama Zaid bin Haritsah pergi hijrah ke Thaif untuk berdakwah. Ajaran Rasulullah itu ditolak dengan kasar. Bahkan mereka pun mengusir, menyoraki dan mengejar Rasulullah sambil di lempari dengan batu. Saat itu Rasulullah SAW. Sempat berlindung di bawah kebun anggur di kebun Utba dan Syaiba (anak Rabia). Meski demikian terluka, Rasulullah SAW. tetap sabar dan berlapang dada serta ikhlas. Kesulitan dan hambatan yang terus-menerus menimpa Muhammad SAW. Dan pengikutnya dihadapi dengan sabar dan tawakal.

 

Saat mengahadapi ujian yang berat dan tingkat perjuangan sudah berada pada puncaknya, Rasulullah SAW. di perintahkan oleh Allah SWT untuk menjalani Isra dan Mi’raj dari Mekah menuju ke Baitul Maqdis di Palestina, dan selanjutnya naik ke langit hingga ke Sidratul Muntaha (QS Al-Isra/17:1). Kejadian Isra dan Mi’raj terjadi pada malam 17 rajab tahun ke-11 dari kenabiannya (sekitar 621 M) di tempuh dalam waktu satu malam.

 

Hikmah Allah Swt. Dari peristiwa isra dan mi’raj antar lain sebagai berikut.

1. Karunia dan keistimewaan tersendiri bagi Nabi Muhammad SAW. Yang tidak pernah diberikan Allah SWT. Kepada manusia dan nabi-nabi sebelumnya.

2. Memberikan penambahan kekuatan iman keyakinan Beliau sebagai rasul untuk terus menyerukan agama Allah SWT kepada seluruh umat manusia.

3. Menjadi ujian bagi kaum muslimin sendiri sejauh mana mereka beriman dan percaya kepada kejadian yang menakjubkan itu yang hanya ditempuh dalam waktu semalam. Peristiwa ini dijadikan olok-olok oleh kaum Quraisy dan menuduh Nabi Muhammad SAW. Sudah gila. Meski demikian, ada orang yang beriman atau percaya terhadap kejadian ini, yaitu Abu Bakar sehingga nama Beliau ditambahkan dengan gelar As Sidik.

 

Hijrah Nabi Muhammad SAW. Ke Yastrib (Madinah)

Faktor yang menorong hijrahnya Nabi SAW

1. Ada tanda-tanda baik pada perkembangan Islam di Yatsrib.

2. Rencana pembunuhan Nabi saw oleh kaum Quraisy

 

Akhir Periode Dakwah Rasulullah Di Kota Mekah

Dengan berpindahnya Nabi saw dari Mekkah maka berakhirlah periode pertama perjalanan dakwah beliau di kota Mekkah. Lebih kurang 13 tahun lamanya, Beliau Beliau berjuang antara hidup dan mati menyerukan agama Islam di tengah masyarakat Mekkah dengan jihad kesabaran, harta benda, jiwa dan raga.

 

Sebelum memasuki Yatsrib, Nabi saw singgah di Quba selama 4 hari beristirahat, Nabi mendirikan sebuah masjid quba dan masjid pertama dalam sejarah Islam. Tepat pada hari Jumat 12 Rabiul awal tahun 1 Hijrah bertepatan pada 24 September 6 M. Merekamendapat sambutan penuh haru, hormat, dan kerinduan diiringi puji-pujian dari seluruh masyarakat Madinah. Nabi saw mengadakan shalat Jumat yang pertama kali dalam sejarah Islam dan Beliaupun berkhotbah di hadapan muslimin Muhajirin dan Anshar.

 

Kota Yastrib berubah namanya menjadi Madinah Nabi (Madinah Rasul) selanjutnya kota itu disebut Madinah. Orang-orang yang pindah atau hijrah mendapat sebutan kaum Muhajirin artinya pendatang. Adapun penduduk asli disebut Anshar artinya pembela. Adapun penduduk kota Madinah itu sendiri terdiri dari dua golongan yang berbeda, yaitu :

Golongan Arab yang berasal dari selatan yang terdiri dari suku Aus dan Khazraj

Golongan yahudi, yaitu orang-orang Israel yang berasal dari utara (Palestina).

 

Peristiwa hijrah ini amat penting artinya bagi Islam dan kaum muslim karena hijrahnya Nabi SAW dari Mekah ke Madinah dijadikan sebagai awal permulaan tahun Hijriyah. Dengan hijrahnya kaum muslim, terbukalah Kesempatan bagi Nabi SAW untuk mengatur strategi membentuk masyarakat muslim yang bebas dari ancaman dan tekanan.

 

Substansi dan strategi dakwah Raslullah SAW. Periode Madinah

1. Membina masyarakat Islam melalui pertalian persaudaraan antara kaum Muhajjirin dengan kaum Anshar. 2. Memellihara dan mempertahankan masyarakat Islam Dalam upaya menciptakan suasana tentram dan aman agar masyarakat muslim yang dibina itu dapat terpelihara dan bertahan, Rasulullah SAW membuat perjanjian persahabatan perdamaian dengan kaum Yahudi yang berdiam di kota Madinah dan sekitarnya. Isi perjanjiannya sebagai berikut :

a. Kebebasan beragama bagi semua golongan.

b. Semua lapisan, baik muslim maupun Yahudi harus tolong menolong dan saling mebantu

c. Kota Madinah adalah kota suci yang wajib dihormati oleh mereka yang terikat dengan perjanjian itu.

d. Mengakui dan mentaati kesatuan pimpinan untuk kota Madinah yang disetujui dipegang oleh Nabi Muhammad SAW.

3. Meletakkan dasar-daar politik ekonomi dan sosial untuk masyarakat Islam.

 

Hikmah Sejarah Dakwah Rasulullah SAW. Periode Madinah :

1. Dengan persaudaraan yang telah dilakukan oleh kaum Muhajirin dan kaum Anshar dapat memberikan rasa aman dan tentram.

2. Persatuan dan saling menghormati antar agama

3. Menumbuh-kembangkan tolong menolong antara yang kuat dan lemah, yang kaya dan miskin

4. Memahami bahwa umat Islam harus berpegang menurut aturan Allah swt

5. memahami dan menyadaribahwa kita wajib agar menjalin hubungan dengan Allah swt dan antara manusia dengan manusia

6. Kita mendapatkan warisan yang sangat menentukan keselamatan kita baik di dunia maupun di akhirat.

7. Menjadikan inspirasi dan motivasi dalam menyiarkan agama Islam

8. Terciptanya hubungan yang kondusif

 

Sikap dan perilaku yang mencerminkan dakwah Rasulullah SAW antara lain :

1. mengimani dengan sebenar-benarnya bahwa Muhammad saw adalah rasul dan nabi penutup para nabi

2. Mencintai Rasullulah saw

3. mensosialisasikan sunnah Nabi saw

4. Gemar dan senang membaca buku sejarah nabi-nabi

5. Memelihara silaturahmi dengan sesama manusia

6. Berkunjung ke tanah suci Mekkah atau Madinah untuk melihat/ menapak tilas perjuangan Nabi Muhammad saw

7. Mempelajari dan memahami Al Quran dan hadis-hadisnya

8. Senantiasa berjihad dijalan Allah

9. Aktif/ikut serta dalam acara kepanitiaan untuk memperingati hari-hari besar Islam

10. Merawat dan melestarikan tempat ibadah (masjid)

11. Menekuni dan mempelajari warisan Nabi saw


SEJARAH PERJUANGAN NABI MUHAMMAD SAW. PERIODE MEKKAH

 Materi PAI&BP Kelas VII "Selamat datang Nabi kekasihku"


SEJARAH NABI MUHAMMAD SAW.

 

Lahir         : Hari Senin, 12 Rabi’ul Awwal (20 April 571 Masehi) dalam keadaan yatim.
Ayahnya    : Abdullah bin Abdul Muthalib wafat saat Nabi Muhammad saw. berusia 6 bulan didalam kandungan
Ibunya       : Siti Aminah.
Diasuh oleh   :  Halimah Sa‘diyah dari Bani Saad, Kabilah Hawazin. diasuh dan dibesarkan sampai usia 5 tahun. Usia 6 tahun, ibunya wafat. Ia pun diasuh oleh kakeknya.
Kakeknya   : Abdul Mutholib. seorang pemuka Quraisy yang sangat disegani. Abdul Muthalib meninggal saat Nabi Muhammad saw. Berusia 8 tahun. Selanjutnya, Nabi Muhammad saw. diasuh oleh pamannya,
Pamannya   : Abu Thalib, Sejak diasuh oleh pamannya, Nabi Muhammad saw. berkembang sebagai seorang anak yang mulai menginjak masa remaja. diperkenalkan oleh pamannya bagaimana cara menjalani hidup.

 

Usia 10 tahun    : Menjadi penggembala ternak milik orang lain di daerah gurun Mekah yang sangat panas

Usia 12 tahun    : Nabi Muhammad saw. diperkenalkan kepada ilmu perniagaan. Nabi Muhammad saw. yang masih remaja pun turut serta dalam pengelolaan ekonomi pamannya. Ia sudah ikut membawa barang dagangan yang diambil dari majikannya, Siti Khadijah. Hampir 3 tahun Nabi Muhammad saw. mengikuti pamannya untuk menjajakan barang dagangannya.

Ketika kafilah dagang mereka sampai di kota Basra di wilayah Syria Besar, seorang pendeta terkenal di masa itu, Buhairah, menghampiri Abu Thalib dan mengatakan, “Aku mengenali anak muda ini sebagai sosok yang kelak akan dinobatkan sebagai rahmat bagi semesta alam. Hal ini telah tertulis jelas dalam kitab-kitab kami.” Buhairah selanjutnya menyarankan kepada Abu Thalib, “Lindungi anak muda ini dari orang-orang Yahudi, lebih baik bawa ia kembali ke Mekah.” Abu Thalib pun menuruti saran pendeta tersebut.

 

Usia 10 tahun    : Ikut dalam perang Fijar suatu tempat antara Nakhlah dan Thaif (antara Kabilah Quraisy dan Sekutunya Bani Kinanah melawan kabilah Qais Ailan.

Usia 25 tahun    : Nabi Muhammad saw. mulai berdagang sendiri tanpa bantuan pamannya. Ia mengambil sendiri barang dagangannya dan memasarkannya. keberhasilan usaha dagang Nabi Muhammad saw. itu disebabkan oleh pribadi mulia berikut ini:

1. Berpendirian teguh.

2. Memiliki semangat kerja yang tinggi.

3. Memiliki kejujuran yang luar biasa.

4. Menjunjung tinggi amanah atau kepercayaan yang diberikan orang lain.

5. Mampu menghadapi segala cobaan dan rintangan dalam perjalanan.

6. Menyamakan pelayanan terhadap para pembeli.

7. Memiliki sifat percaya diri.

8. Menampilkan keramahan dan kesopanan, serta kasih sayang kepada siapa saja.

Kejujuran, perilaku santun, kesopanan berbicara, kerja keras, dan kecerdasan Nabi Muhammad saw. merebut hati setiap orang, termasuk Siti Khadijah. Pertama-tama ia meminta Nabi Muhammad saw. untuk memasarkan barang dagangannya ke Syria. Hasilnya luar biasa. Itulah yang membuat Siti Khadijah tertarik dan akhirnya menikah dengan Nabi Muhammad saw. Mereka dikaruniai 7 orang anak, yaitu: Ibrahim, Qasim, Abdullah, Zainab, Ruqayyah, Ummi Kulsum dan Fatimah.

 

Usia 35 tahun    : Ikut membangun kembali Ka`bah yang rusak akibat banjir. Dan peletak hajar aswad

Usia 40 tahun    : Nabi Muhammad saw. Di Diangkat Menjadi Rasul         

                            Nabi Muhammad saw. melakukan uzlah (mengasingkan diri) di Gua Hira. Hal ini dilakukan oleh beliau berkali-kali. Maka tepat pada tanggal 17 Ramadan Nabi didatangi Jibril dan menerima wahyu pertama :    

“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah yang Mahamulia. Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam. Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.(Q.S. al-‘Alaq/96: 1-5)

Wahyu pertama ini lah yang menandakan bahwa Nabi Muhammad saw. dipilih dan diangkat Allah Swt. Untuk menjadi utusan-Nya atau Rasul.

Setelah wahyu pertama ini Jibril tidak muncul lagi untuk beberapa lama, sementara Nabi Muhammad saw. terus menantikan wahyu berikutnya dan selalu datang ke Gua Hira. Dalam keadaan menanti itulah turun wahyu kedua, yaitu Q.S.al-Muddasir/74: 1-7.

“Wahai orang yang berkemul (berselimut)! bangunlah, lalu berilah peringatan! Dan agungkanlah Tuhanmu. dan bersihkanlah pakaianmu. Dan tinggalkanlah segala (perbuatan) yang keji. dan janganlah engkau (Muhammad) memberi (dengan maksud) memperoleh (balasan) yang lebih banyak. Dan karena Tuhanmu, bersabarlah. (Q.S. al-Muddatsir/74:1-7)

Setelah itu, tatkala Nabi Muhammad SAW berada di Mekah (periode Mekah) selama 13 tahun (610-622 M), secara berangsur-angsur telah diturunkan kepada beliau, wahyu berupa Al-Qur’an sebanyak 4726 ayat, yang meliputi 89 surah. Surah-surah yang diturunkan pada periode Mekah dinamakan Surah Makkiyyah.

Ajaran Islam periode Mekah, yang harus didakwahkan Rasulullah SAW di awal kenabiannya adalah sebagai berikut:
a. Keesaan Allah SWT
b. Hari Kiamat sebagai hari pembalasan
c. Kesucian jiwa
d. Persaudaraan dan Persatuan

STRATEGI DAKWAH RASULULLAH SAW PERIODE MEKAH

Strategi dakwah Rasulullah SAW dalam berusaha mencapai tujuan yang luhur tersebut sebagai berikut:

1. Dakwah secara Sembunyi-sembunyi Selama 3-4 Tahun
Pada masa dakwah secara sembunyi-sembunyi ini, Rasulullah SAW menyeru untuk masuk Islam, orang-orang yang berada di lingkungan rumah tangganya sendiri dan kerabat serta sahabat dekatnya. Mengenai orang-orang yang telah memenuhi seruan dakwah Rasulullah SAW tersebut adalah: Khadijah binti Khuwailid (istri Rasulullah SAW, wafat tahun ke-10 dari kenabian), Ali bin Abu Thalib (saudara sepupu Rasulullah SAW yang tinggal serumah dengannya), Zaid bin Haritsah (anak angkat Rasulullah SAW), Abu Bakar Ash-Shiddiq (sahabat dekat Rasulullah SAW) dan Ummu Aiman (pengasuh Rasulullah SAW pada waktu kecil).
Abu Bakar Ash-Shiddiq juga berdakwah ajaran Islam sehingga ternyata beberapa orang kawan dekatnya menyatakan diri masuk Islam, mereka adalah:
۞    Abdul Amar dari Bani Zuhrah
۞    Abu Ubaidah bin Jarrah dari Bani Haris
۞    Utsman bin Affan
۞    Zubair bin Awam
۞    Sa’ad bin Abu Waqqas
۞    Thalhah bin Ubaidillah.
Orang-orang yang masuk Islam, pada masa dakwah secara sembunyi-sembunyi, yang namanya sudah disebutkan d atas disebut Assabiqunal Awwalun (pemeluk Islam generasi awal).

2. Dakwah secara terang-terangan
Dakwah secara terang-terangan ini dimulai sejak tahun ke-4 dari kenabian, yakni setelah turunnya wahyu yang berisi perintah Allah SWT agar dakwah itu dilaksanakan secara terang-terangan. Wahyu tersebut berupa ayat Al-Qur’an Surah 26: 214-216.

Tahap-tahap dakwah Rasulullah SAW secara terang-terangan ini antara lain sebaga berikut:

1. Mengundang kaum kerabat keturunan dari Bani Hasyim, untuk menghadiri jamuan makan dan mengajak agar masuk Islam. Walau banyak yang belum menerima agama Islam, ada 3 orang kerabat dari kalangan Bani Hasyim yang sudah masuk Islam, tetapi merahasiakannya. Mereka adalah Ali bin Abu Thalib, Ja’far bin Abu Thalib, dan Zaid bin Haritsah.

2. Rasulullah SAW mengumpulkan para penduduk kota Mekah, terutama yang berada dan bertempat tinggal di sekitar Ka’bah untuk berkumpul di Bukit Shafa.

3. Reaksi Kaum Kafir Quraisy terhadap Dakwah Rasulullah SAW

·         Kaum kafir Quraisy, terutama para bangsawannya sangat keberatan dengan ajaran persamaan hak dan kedudukan antara semua orang. Mereka mempertahankan tradisi hidup berkasta-kasta dalam masyarakat. Mereka juga ingin mempertahankan perbudakan, sedangkan ajaran Rasulullah SAW (Islam) melarangnya.

·         Kaum kafir Quraisy menolak dengan keras ajaran Islam yang adanya kehidupan sesudah mati yakni hidup di alam kubur dan alam akhirat, karena mereka merasa ngeri dengan siksa kubur dan azab neraka.

·         Kaum kafir Quraisy menilak ajaran Islam karena mereka merasa berat meninggalkan agama dan tradisi hidupa bermasyarakat warisan leluhur mereka.

·         Dan, kaum kafir Quraisy menentang keras dan berusaha menghentikan dakwah Rasulullah SAW karena Islam melarang menyembah berhala.

Usaha-usaha kaum kafir Quraisy untuk menolak dan menghentikan dakwah Rasulullah SAW bermacam-macam antara lain:
۞    Para budak yang telah masuk Islam, seperti: Bilal, Amr bin Fuhairah, Ummu Ubais an-Nahdiyah, dan anaknya al-Muammil dan Az-Zanirah, disiksa oleh para pemiliknya (kaum kafir Quraisy) di luar batas perikemanusiaan.
۞    Kaum kafir Quraisy mengusulkan pada Nabi Muhammad SAW agar permusuhan di antara mereka dihentikan. Caranya suatu saat kaum kafir Quraisy menganut Islam dan melaksanakan ajarannya. Di saat lain umat Islam menganut agama kamu kafir Quraisy dan melakukan penyembahan terhadap berhala.

Modul materi PAI&BP Kelas VII "Indahnya Kebersamaan dengan Shalat Berjamaah"

Modul : Materi 5 PAI&BP Kelas VII

BAB 4 : Indahnya Kebersamaan dengan Shalat Berjamaah

A.   Kompetensi Dasar :

3.8    Memahami ketentuan salat berjamaah

4.8    Mempraktikkan salat berjamaah

B.   Sumber dan Bahan Ajar : Buku siswa PAI&BP Kelas VII halaman 46-53, Penjelasannya : 


C.   Ringkasan Materi :

1.   Shalat Berjamaah

a.    Pengertian

Shalat berjamaah adalah shalat yang dikerjakan oleh dua orang atau lebih secara bersama-sama dansalah seorang menjadi imam sedang yang lainnya menjadi makmum.

b.    Hukum Shalat Berjamaah

Hukum shalat berjamaah adalah sunnah muakkadah, yaitu sunnah yang sangat dianjurkan. Sebagian ulama menyatakan hukum shalat berjamaah fardlu kifayah.


c.    Ketentuan Shalat Berjamaah

1.    Syarat Sah :

      • Ada imam dan makmum
      • Makmum berniat mengikuti imam.
      • Dikerjakan dalam satu majelis.
      • Makmum sesuai dengan shalat-nya imam.

2.    Syarat menjadi Imam :

Imam adalah pemimpin dalam shalat. Hendaknya imam adalah orang yang paling tinggi ilmunya diantara para makmum

3.    Makmum dan Masbuk

Makmum adalah orang yang mengikuti imam dalam shalat. Adapun masbuk adalah makmum yang tidak sempat membaca surat al-Fatihah bersama imam di rakaat pertama.

2.   Tata Cara Pelaksanaan Shalat Berjamaah:

    • Diawali dengan iqamah, dan diutamakan adzan terlebih dahulu
    • Membentuk barisan di belakang imam. Barisan pria harus didepan barisan wanita
    • Imam mengeraskan dan merendahkan bacaan tergantung shalat apa yang dilaksanakan
    • Makmum mengikuti semua gerakan imam
    • Setelah salam, imam memimpin zikir

3.   Hikmah Shalat Berjamaah 

    • Menjalin silaturahmi antarsesama
    • Mengajarkan hidup disiplin
    • Saling mencintai dan saling menghargai
    • Menjaga persatuan dan kesatuan

Baca Juga Postingan